Misteri Telo Pada Unggas Terutama Burung Merpati

Telo adalah nama populer di lapangan untuk unggas dengan gejala klinis di kepala dan leher yang berputar atau mbalik lehernya. Pada unggas merpati kadang di sertai kelumpuhan, bangun, berdiri kemudian nabrak-nabrak. Sampai disini positif motoriknya terganggu. Gejala lain dia akan sensitif terhadap cahaya, sensitif terhadap suara juga. Kemudian dengan mudah orang bilang. "ah itu sih kena telo" saat orang bilang telo maka dengan mudahnya di kaitkan dengan virus ND. Okelah pada merpati PPMV (PMV-). Anggap saja untuk mempermudah pemahaman. Kalau memang virus langkah logisnya adalah vaksinasi sebagai tindakan pencegahan.
Gambar: Mas Nino

Lantas muncul dengan argumen, "lho ... kandang sudah divaksin kok masih bisa tembus telo?" Bola liar akan bergulir kalau dilempar dimedsos. Akan ada yang komen, "oh vaksinnya rusak tuh.." Kemudian ada yang jawab, "bukan serangan ND itu, tetapi salmonella" Kalau vaksinnya baik, tidak rusak dan prosedurnya benar maka kemungkinan memang serangan salmonella. Kalau sudah bisa membedakan keduanya maka satu tingkat diatas pemahaman orang awam.

Pada serangan virus cirinya speed dalam penyebarannya, kotorannya berair dan kandang tidak bau menyengat. Pada bakteri (salmonella), penyebarannya di kandang relatif lambat perlu waktu sekitar 14 hari. Kotorannya cair kental berlendir, dan bau kandang relatif tajam dan menyengat.

Lalu muncul pertanyaan baru , "syarat dan ciri virus tidak terpenuhi , bakteri pun tidak terpenuhi, jadi apa dong penyebabnya?" Gejala klinis seperti telo pada umumnya bisa juga disebabkan oleh jamur (maaf saya lupa nama jamurnya). Ini penularannya relatif jauh lebih lambat dibanding bakteri  dan umumnya (sepengetahuan saya) serangan terjadi secara induvidual.

Jarang sampai mewabah dan berubah jadi massal. Biasanya gejala awal dimulai dengan gangguan pernafasan. Merpati akan bernafas dengan paruh terbuka, kalau kita tempel paruhnya ke telinga kita, maka akan terdengar suara ngorok. Untuk memastikan saat kita bedah bangkainya, maka akan kita temui bercak-bercak putih pada paru dan hatinya. Sampai sini dugaan kuat ini telo yang disebabkan oleh jamur.

Kemudian ada lagi pertanyaan yang sedikit menyimpang tapi masih berkaitan, burung ocehan kok bisa kena telo, apakah ND juga menyerang burung ocehan?" Sepanjang pengetahuan saya tidak ada literatur ilmiah yang mendukung bahwa ocehan bisa kena ND. Ini virusnya udah ga kompatibel lagi. Anggap bukan virus, bukan bakteri dan bukan jamur tapi kompatibel dengan hampir semua unggas. Maka akan ketemu dengan nama "sarcosytis calchasi" sebuah protozoa yang lihai bersembunyi pada lipatan otot dan sistem peredaran darah.

Agak lupa waktu persisnya mungkin kali diindentifikasi di Amerika pada tahun 2008, saat itu telo sedang mewabah, test ND (PMV-1) hasilnya negatif. Setelah berhasil disiolasi maka terindentifikasi sang protozoa tadi. Nama protozoa "sarcosystis calchasi" muncul bukan karena kepintaran saya , ga pantes saya menerima kredit yang bukan hasil kerja saya dalam mencari jawaban. Pak Moh Indro Cahyono yang kirim SMS kasih kunci  jawaban itu ke saya. Itu setelah kami ngobrol  seputar penyebab telo pada unggas. Saya ga berani bilang diskusi, karena saya yang belajar dari beliau.

Penutup, samapi sini kita mulai kenal bahwa peyebab telo sekurangnya ada 4 sampai saat  ini yaitu, virus, bakteri, jamur dan protozoa. Maka menjadi logis bahwa tidak ada obat atau cara yang berlaku untuk semua telo. Tergantung kasus, tergantung penyebabnya, ga bisa 1 cara atau obat di generalisir untuk semua kasus.
Ditulis oleh Bpk Nino atau Facebooknya Mas Nino

0 Response to "Misteri Telo Pada Unggas Terutama Burung Merpati"

Post a Comment

Berkomentarlah Dengan Bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel