Jangan Berikan Susu Kental Manis Untuk Anak-Anak, Tidak Baik Bagi Kesehatan

Beberapa waktu yang lalu, semua orang di Indonesia dihebohkan dengan adanya sebuah fakta yang selama bertahun-tahun ini tidak mereka ketahui bahwa faktanya, susu kental manis bukanlah susu melainkan gula dan tentu saja, konsumsi gula berlebih akan berbahaya untuk kesehatan. Belum lagi, susu kental manis bahkan sering diberikan kepada anak-anak untuk miniman susu setiap harinya selain versi bubuk maupun susu cair yang dijual di pasaran
susu

Susu Kental Manis Justru Buruk Untuk Kesehatan

Dibandingkan dengan kandungan susu, justru gula yang lebih banyak ditemukan dalam kental manis. Seperti yang ada di dalam surat edaran langsung dari BPOM Indonesia bahwa produk kental manis sama sekali tidak dapat disamakan dengan produk susu yang lain seperti susu pasteurisasi, susu sapi, usus formula dan sebagainya. Banyak terkanding gula pasir di dalamnya selain laktosa dibandingkan dengan susu segar sapi dan ini buruk jika terus menerus dikonsumsi bagi kesehatan.

Tetapi, permasalahannya bukan hanya tentang kandungan gula yang berlebihan, ternyata protein yang diperoleh di dalamnya pun sangat rendah dibandingkan susu bubuk dan susu cair. Karena itulah surat edaran resmi yang beredar pada 22 Mei 2018 itu pun mengatakan jika susu kental manis sangat tidak disarankan untuk diberikan kepada bayi dan anak-anak. Bahkan di dalamnya juga berisi anjuran jika iklan dari susu kental manis ini tidak boleh ditayangkan di jam tayang TV anak-anak.

Bahkan bukan anak-anak saja sebab orang dewasa pun juga sebenarnya tidak boleh mengonsumsi terlalu berlebihan susu kental manis ini karena gula pada orang dewasa bisa memicu adanya diabetes. Namun mirisnya, hal ini bahkan baru diketahui sekarang padahal sejak jaman dulu kala, susu kental manis sering dijadikan sebagai minuman susu utama untuk semua keluarga. Rasanya seperti sudah tertipu tentang kesehatan tubuh selama bertahun-tahun dengan pemanis buatan itu.

Lantas apa yang paling berpengaruh pada kesehatan dengan konsumsi kental manis ini secara berlebihan. Siti Zalikho Agustina yang berasal dari YAICI menjelaskan apa saja efek buruk jika anak-anak mengonsumsi susu kental manis ini setiap hari bahkan terdapat pula buktinya yang dialami oleh anak-anak Batam dan Kendari. Ibu Siti menjelaskan bahwa kebanyakan anak yang tinggal disana selalu diberikan susu kental manis sehingga mereka menjadi sangat gemuk dan persepsi salah pun muncul.

Fakta Buruk Tentang Kesehatan Dari Susu Kental Manis

Para ibu yang berada disana beranggapan jika anak yang gemuk ini sangat sehat dan itu semua berkat susu kental manis. Padahal gemuk yang dialami oleh mereka ini justru buruk untuk kesehatan tubuh di dalam dan kondisinya tidak baik sama sekali. Kegemukan sama dengan obesitas dan sayangnya para orang tua yang tinggal di Batam dan kendari justru merasa bangga pada diri mereka karena anak-anak bisa tumbuh dengan gemuk dan sehat. Ini semua berkat pemberian kental manis.

Tetapi beliau pun juga menjelaskan bahwa sebenarnya ini bukan tuduhan langsung pada susu kental manis maupun korbannya tetapi memang terdapat sebuah permasalahan gizi buruk yang ada di kendari dan Batam. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh YAICI, sekitar 130 ibu memberikan susu kental manis sebagai susu utama pada anak mereka. Sekitar 56% ibu memberikan minimal 1 gelas setiap hari susu kental manis. Rata-rata, ibu-ibu di dua wilayah itu tidak memberikan ASI eksklusif.

Mereka justru memberikan susu kental manis langsung sebagai pengganti dari ASI. Sebaiknya, obesitas pada anak segera diatasi dan jangan memberikan susu kental manis lagi sebagai susu utama karena buruk untuk kesehatan. Susu kental manis sebenarnya hanya pelengkap dan bukan sumber utama nutrisi susu pada anak untuk tulang maupun gigi. Justru terlalu banyak mengonsumsi gula akan buruk untuk kondisi gigi pada anak-anak khususnya.

0 Response to "Jangan Berikan Susu Kental Manis Untuk Anak-Anak, Tidak Baik Bagi Kesehatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel