Perjalananku Awal Merantau ke Jakarta atau Depok

Dulu awal tahun 2000 saya merantau ke Jakarta hanyalah ajakan tetangga saya yang baik hati Motivasi aku ikut Jakarta hanya ingin tau seperti apa itu kota Jakarta. Motivasi yang lain adalah inigi naik Bus dan Kapal Laut seperti apa itu naik kedua kendaraan itu . Sepanjang perjalanan gembiranya bukan main saya bisa melihat pemandangan di sepanjang jalan .
Foto saya tahun 2000
Part [ 1 ]

Maklum anak desa hanya tamatan SD yang belum punya pengalaman apa-apa yang ingin ngadu nasip ke Jakarta . Pengalaman yang berkesan pas nyampe di Tol Tomang Jakarta  melihat jalan bertumpuk-tumpuk ada rasa takut rasa was-was jadi satu . Takut jembatannya roboh wkwkwwk ( pengalaman memalukan).
Foto 2012
Dan ahirnya sampailah di Kota Depok setelah perjalanan seharian dari Lampung ke Jakarta . Setelah sampai saya istirahat .Karena saya mabok pertjalanan saya di beri Coca Cola .

Habis itu saya istirahat dan sangat kaget ternyata di belakang tempat tinggal saya di belakang ada rel kereta begitu kereta lewat berisiknya bukan main. Hari demi hari saya lalui .Aktivitasnya bantu jualan bakso dan mie ayam setiap pagi jam 4.00 bangun belajar buat bumbu belajar buat bakso. jam 6.30 mulai buka .

Dan sampai titik jenuh selama 4 bulan aku ikut dagang bakso ahirnya tutup karena sepi dan tidak ada pembeli. Mulailah aku ikut kerja bangunan selama kurang lebih sepuluh hari kayanya kerja dibangunan bukan bidangku.

Rasa malas belepotan adukan membuatku malas kerja dibanguinan .Dan ahirnya sampai waktunya aku main di bengkel las .Dan iseng-iseng aku ditawari bekerja di bengkel las tersebut. Dan tanpa berpikir panjang aku terima tawaran tersebut.

Tanpa aku tanyakan gajihku berapa . Yang penting aku bisa kerja dan bisa merubah nasip aku pikir. Tak terasa sudah satu bulan aku ikut bengkel las tersebut .Dan aku di tanya

Bosku : "Do gajihmu mau di ambil apa dititipkan "
Karena masih bloon Aku: "di titippin aja " sahutku
Bosku : " oke gajihmu seratus ribu bulan ini " kata bosku

Sempat sok juga selama sebulan gajih hanya seratus ribu cukup buat apa pikirku (sekitar tahun 2000)

Part [ 2 ]

Halo saya kembali lagi episode Perjalanan awal merantau ke jakarta atau depok (part2)

Hari demi hari saya lalui dengan gajih hanya Rp 100.000 perbulan .Mulai belajar gimana supaya bisa kerja dengan baik dan benar.

Belajar finishing gerinda dempul dan ngecat dengan benar dan bagus .Sempat drop juga sih gajih hanya Rp 100.000 cukup buat apa hidup dikota .Dikampung aja saya bisa dapat Rp 300.000 pikirku. Tetapi saya berpikir ulang disinilah kesempatanku untuk mengembangkan kemampuanku.

Terus belajar dan terus belajar .Mulai lah belajar mengelas dengan benar supaya gajihku naik .Tapi tak semudah yang ku bayangkan .Susahnya bukan main di awal belajar mengelas.

Ahirnya aku sampailah di tahun pertama bekerja di bengkellas tersebut .Dan ahirnya gajihku naik jadi Rp 150.000. Ya Alhamdulillah pikirku tetap ku syukuri karena aku dapat sampingan klo ada orang mengelas dikit-dikit bosku ga mau ambil uangnya .

Ahirnya aku mulai belajar buat pintu teralis yang awalnya aku di remehkan oleh seniorku .Bahkan dia berkata "kamu ga bakal jadi tukang las" katanya . Dear perkataan itu sebuah cambuk bagiku . Aku harus buktikan bahwa aku pun harus bisa dan bisa.

Terus menerus saya belajar untuk jadi Tukang Las dan ahirnya saya bisa. Walaupun hasilnya belum begitu rapih tapi saya selalu bersemangat untuk belajar terus.

Dan tak terasa saya sampai tahun ke dua dan gajih saya naik Rp 200.000 . Ternyata  gajih segitu masih jauh dari harapan .

Dan sampailah di pertengahan tahun 2003 saya di ajak MLM yaitu CNI oleh bos saya di situ ternyata bosku memeikirkan pendapatan saya . Dan ahirnya Bos saya menawarkan untuk bekerja borongan biar saya bisa meningkatkan penghasilan saya .
Foto 20013 louncing mall cni

Walaupun satu meternya hanya Rp 10.000 ya alhamdulillah satu bulan saya bisa menghasilkan Rp 300.000-Rp 500.000
Itu saya yang sedang ngukur

Photo ini saat kerja borongan sekitar tahun 2003

Part [ 3 ]

Halo para sahabat Widodo.web.id saya akan menceritakan (part 3) tentang awal saya merantau ke jakarta atau depok.

Dan sampai lah saya di tahun ke empat yaitu tahun 2004 .Cobaan demi cobaan datang saya terjerat pergaulan tongkrongan judi hampir setiap hari saya berjudi . Dari jam 7 malam ketemu jam 7 pagi . Akhirnya saya kepergok oleh istrinya boss saya . Dan di adukan .

Saya tetap melakukan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab saya . Tetapi gelagat Bos saya sudah tidak ada kenyamana . Dimalam berikutnya saya masih tetap di pos ronda untuk berjudi lagi .Dan akhirnya saya di panggil oleh bos saya.
Foto sedang pegang stang las 2002 gagah ya
Ditanya oleh boss saya
Boss: Do kamu sudah pinter cari uang seperti itu . Lebih baik kamu berhenti kerja sama saya " katanya
Saya : saya minta maaf bang saya ngga akan judi lagi saya masih pengen kerja "kataku
Boss : ya udah jangan di ilangi lagi saya ga seneng kaya gituan " kata bosku sambil pergi
saya : ya "kataku lagi

Dan hari-hariku tetap ku lalui sperti biasa . Saya tetap mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabku . Tetapi disini bosku sudah mulai berubah mungkin beliau sudah sangat benci denganku . Apa yang kulakukan tetap salah saja tidak ada benarnya di mata bosku .

Sampai suatu hari bosku membicarakan aku di belakangku . Bahwa dia sangat tidak senang padaku karena aku sudah senang judi . Dan habis lebaran saya akan di pecat .

Saya mendengar aduan itu saya sangat emosi seolah-olah saya tidak bersalah . Dan pada hari itu juga antara emosi yang menguasai diriku sudah tidak bisa dikendalikan . Saya mengatakan berhenti pada saat itu juga .

Pada saat itu saya memutuskan untuk pulang kampung dan tidak kembali ke Depok lagi . Saya memutuskan untuk bertani dan punya sisa tabungan akan saya belikan kambing . Tetapi ada dua orang yang begitu baik hati yang mau menasehati saya . Bahwa peluang untuk berhasil di Depok lebih besar .

Part [ 4 ]

Halo para sahabat yang baik hatinya.

Setelah saya dinasehati untuk tetap melanjutkan cari kehidupan di depok ,Ahirnya ikuti nasehatnya waktu itu akhir tahun 2004 dan menjelang Idhul Fitri .

Setelah lebaran saya melanjutkan merantau ke Depok dan saya temui Bang Syahrudin untuk menanyakan lowongan pekerjaan apa masih ada apa ngga.

Dan akhirnya saya di ajak ke tempat bengkel las listrik di daerah lenteng agung . Saya di kenalin oleh Bang Syarudin dengan Boss yang punya bengkel . Dan ternyata kata bosnya belum ada lowongan disuruh nunggu dulu nanti di kabari .

Dan selama satu bulan saya menganggur dan tidak bekerja uang tabungan yang tadinya untuk beli kambing lama-lama terkikis untuk keperluan hidup .
Pekerjaan apa pun saya lakukan untuk mengisi hari -hari menganggur .

Sempat untuk kerja bangunan lagi dan barter upah mau di belikan alat bengkel las listrik. 
Tetapi ternyata saya di panggil oleh bos las tersebut . Akhirnya saya ke bengkel tersebut dan di terima bekerja di bengkel las tersebut . Dengan gajih waktu itu Rp 20,000 per hari dan saya mulai bekerja. 

Setelah dapat satu minggu gajih saya di naikan jadi Rp 25 ribu . Dari hari ke hari saya lalui dengan sabar .

Dapat 3 bulan kemudian gajih saya naik jadi Rp 32.ribu lima ratus . Saya terus belajar tiada henti supaya bisa kerja dengan baik .

Tak terasa saya telah bekerja selama satu tahun . Dan gaijhku tak naik -naik juga . Akhirnya saya berhenti karena ada kawan yang menawari saya untuk bekerja.

Dan di tempat yang baru ini saya di gajih Rp 45 ribu dan bulanan saya dapat tambahan Rp 300 ribu . Tetapi saya kecewa setelah menjalani dapat 2 minggu dan ternyata yang gajih Rp 45 ribu itu kalau tidak ada kerjaan ya nganggur .

Part [ 5 ]

Halo Sobat postingan kali ini saya melanjutkan Perjalananku Awal Merantau ke Jakarta.
Setelah sibuk melayani pelanggan yang beli Air Milagros baru sempat melanjutkan postingan ini.
Foto tahun 2006
Setelah saya bekerja di derah kalisari dapat sekitar 2 bulan yang digajih 45ribu satu hari dan kalau tidak ada kerjaan tidak dibayar. Ahirnya saya bekerja serabutan dan apa saja saya kerjakan asal halal dan bisa makan dan ahirnya saya dapat telephon dari Mas Imam .

Mas Imam meneleponku dan menawariku bekerja di kakaknya Pak Toyo dan ahirnya saya terima tawaran tersebut . Lalu saya di telpon dengan Pak Toyo di ajak ketemuan dan ahirnya saya datang . Saya ditanya disana saya digajih berapa saya sebutkan saja saya dibayar 45 ribu .

Dan beliau menawari saya kalau disini digajih 35 ribu uang makan 10 ribu gimana dan kerja ga kerja tetap saya bayar . Tanpa pikir panjang saya terima saja tawaran itu .

Beliau lalu bilang "kapan mulai kerja barang dan alat sudah siap semua"
Lalu aku bilang "besok pak"
"oke taktunggu besok" sahutnya

Dan ternyata keesokannya saya datang alat tidak ada dan barangnya belum komplit tetapi tidak apalah "orang tidak kerja aja saya dibayar" pikirku. Karena Bosku ini tidak punya tempat dan inipun baru mulai merintis .

Ahirnya beliau datang bawa alat dan ahirnya saya senang bisa kerja dengan normal gajihku pun lancar .

Dan tidak terasa saya sudah 3 bulanan ikut beliau dan Ahirnya beliau punya bengkel juga . Ahirnya aku pun senang bisa tidur dengan nyaman . Maklum selama ini aku tidur dari projek ke projek satunya lagi.

Sekian dulu ya sob 

0 Response to "Perjalananku Awal Merantau ke Jakarta atau Depok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel