Bunda, Ketahui Pentingnya Pola Asuh yang Baik Untuk Anak

Setiap anak terlahir hebat dengan kemampuan dan bakatnya masing-masing. Namun perkembangan kecerdasannya juga sangat berpengaruh dengan faktor lingkungan dan juga pola asuh dari orang tuanya. Dengan pola asuh yang baik maka kecerdasan mental, emosional dan juga spiritual akan menjadi lebih matang.

Orang tua pastinya menginginkan untuk memiliki anak yang tidak hanya cerdas secara kognitif, namun juga matang secara emosional. Nah, hal ini dapat anda peroleh dengan menerapkan metode pola asuh yang baik untuk anak. Beberapa cara ini merupakan tindakan sederhana untuk diterapkan sebagai pola asuh anak usia dini.


•    Memberikan Kasih Sayang yang Utuh

Pola asuh anak yang baik menurut islam adalah dengan cara memberikan kasih sayang yang utuh. Kasih sayang antara orang tua dan anak dapat mendekatkan hubungan emosional antara keduanya. Ciptakan suasana yang tenang, penuh cinta dan juga kehangatan didalam rumah. Tidak hanya membuat anak menjadi senang, limpahan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya juga merupakan salah satu faktor untuk mendukung matangnya kecerdasan emosional anak.

•    Menciptakan Lingkungan yang Positif

Lingkungan yang positif juga sangat berpengaruh untuk fase tumbuh kembang anak. Ajak si kecil untuk melakukan tindakan-tindakan positif seperti mengajarkan ia tanggung jawab, mengajak untuk bersosialisasi dan kegiatan positif lainnya.

•    Menghargai Anak

Menghargai anak dapat anda lakukan untuk setiap hal kecil yang dilakukannya. Jangan ragu untuk senantiasa mengucapkan terima kasih untuk setiap tindakan yang dilakukan si kecil untuk anda. Dan sebaliknya, jangan mudah marah dengan kegagalan yang ia lakukan. Apalagi membuat anda membandingkannya dengan anak lain. Ketika anda membandingkan si kecil dengan anak lain, maka sisi emosionalnya akan terluka. Dan itu merupakan salah satu pola asuh anak yang salah.

4 Jenis Pola Pengasuhan yang Biasa Diterapkan Untuk Mendidik Anak

Karakteristik pola-pola pengasuhan yang sering diterapkan oleh orang tua dalam mendidik anak dibedakan menjadi 4 jenis. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1.    Otoriter

Karakteristik pola asuh anak yang pertama adalah otoriter. Dimana dalam pola asuh otoriter ini orang tua berdiri diposisi sebagai yang paling benar dan harus dipatuhi oleh anak. Dalam pola asuh otoriter, biasanya orang tua menjadi sosok yang egois dan harus senantiasa dituruti. Anak pun harus mengikuti kemauan orang tua walaupun ia tidak suka.

Pola asuh ototiter merupakan pola asuh anak yang salah. Dimana ketika menerapkan pola asuh ini, maka akan tercipta kesenjangan dan jarak dalam hubungan orang tua dan anak. Dampak buruknya adalah pola asuh ini membuat anak merasa tertekan didalam rumahnya sendiri dan akan membuat ia menjadi lebih agresif ketika diluar rumah.

2.    Permisif

Pola asuh permisif berbanding terbalik dengan pola asuh otoriter. Dimana dalam pola asuh ini, maka anak akan diberikan kebebasan yang sangat luas. Semua kehendak dan keinginan anak akan dituruti oleh orang tua dan orang tua pun akan memaklumi kesalahan-kesalahannya.

Pola asuh permisif memang membuat hubungan anak dan orang tua menjadi erat. Namun ini juga bukan merupakan pola asuh yang baik untuk anak. Karena pola asuh ini cenderung menciptakan anak-anak menjadi manja dan apatis. Kurangnya rasa hormat dari anak kepada orang tua dapat terjadi karena kebebasan yang diberikan orang tua terlalu luas.

3.    Pengabaian

Orang tua yang menerapkan pola asuh jenis ini biasanya merupakan orang tua yang cukup sibuk dengan pekerjaan. Dimana pola asuh anak biasanya dilimpahkan pada tangan ketiga seperti pembantu dan baby sitter.

Anak yang menerima pola asuh ini biasanya tumbuh menjadi anak yang secara emosional kurang matang. Tidak percaya diri, minder hingga depresi merupakan hal yang lumrah terjadi pada anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.

4.    Demokratis

Pola asuh anak yang baik dan ideal adalah pola asuh demokratis. Dimana pola asuh demokratis ini merupakan perpaduan antara pola asuh otoriter dan permisif. Kelebihan dan kekurangan pola asuh demokratis pastinya tetap ada. Kelebihannya adalah kedekatan hubungan anak dan orang tua yang baik.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Faham, Begini Pola Asuh Balita yang Paling Tepat

Dilain pihak anak akan merasa dihargai ketika anda melibatkannya dalam mengambil keputusan. Keterbukaan juga dijunjung tinggi dalam penerapan pola asuh demokratis ini. Namun ketika menerapkannya, anda pun harus tetap mengontrol agar pola asuh ini tetap berimbang dan tidak berat sebelah. Bila berhasil, pola asuh anak yng baik akan membuat anak menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, percaya diri dan dapat mengontrol setiap tindakan dan keputusannya sendiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel