Kapan Harus Memulai Berbisnis atau Menambah Income ?

Pada suatu hari seorang teman sama-sama buruh las bercerita kepada saya, beliau menyampaikan cita-citanya untuk memulai usaha atau buka bisnis bengkel las suatu saat nanti pas sudah tidak bekerja lagi. Beliau dengan semangat mengatakan bahwa beliau akan menikmati masa itu dengan kegiatan barunya sebagai pemilik bengkel las atau sebagai wirausaha, sudah di pastikan beliau akan bebas dari rutinitas bekerja sebagai buruh las dan mengatur waktu sesuai kehendaknya.

Begitulah antusiasme beliau. Mendengar cerita yang begitu semangat, aku kok jadi tidak tega untuk mengingatkan bahwa pilihannya itu terlalu beresiko. Kenapa berisko? Memulai bisnis menurut saya bukanlah pekerjaan mudah dan secara instan dapat di raih untuk sebuah kesuksesan.

Proses 

Bisnis adalah sebuah proses! Berbagai pengalaman, akan menjadikan seseorang semakin matang dan mantap dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagi yang masih muda, maka kesempatan untuk selalu belajar tentu lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang sudah tua, apalagi menjelang sudah tua.

Bila Anda berbisnis menjelang tua atau setelah berhenti kerja pas tua kemudian mulai berbisnis dan bisnis Anda gagal, bayangkan perasaan Anda. Saya yakin siapapun yang gagal di usia tua itu akan lebih sakit dibandingkan yang masih muda. Selain itu usia yang sudah tua adalah usia yang menurut saya kurang produktif bahkan tenaganya loyo. Kreativitas pun biasanya kalah dengan orang yang umurnya masih muda.

Lalu kapan kita harus memulai? Sekarang! Sekarang! Sekarang!


Berapapun usia Anda sekaranglah waktunya meningkatkan penghasilan. Jangan sampai Anda nanti mengatakan, " saya menyesal, kenapa saya tidak melakukan bisnis 5, 10, atau bahkan 15 tahun lalu?".

Kalimat diatas seolah mengingatkan diri saya saat ini. Meski saya mulai mencari sumber penghasilan tambahan sejak 5 tahun yang lalu, tetapi saya masih merasa terlambat. "kenapa saya tidak memulai sejak 15 tahun yang lalu ketika saya masih remaja dan baru pertama kali merantau ke Depok dari Lampung, sehingga saat ini saya, mungkin lebih berhasil?".

Alam pikiran saya kemudian melanglang jauh kebelakang. Saya ingat  saat-saat akan memutuskan mencari sumber penghasilan tambahan. Sebelum memutuskan untuk merintis bisnis saya membayangkan saat-saat menjelang pensiun. Saat itu saya membayangkan berbagai kemungkinan yang saya takutkan.

Kemungkina yang akan Terjadi

Kemungkinan pertama, saya mungkin akan menjadi tukanglas profesional, tetapi harus berapa lama saya menunggu, apakah saya harus menunggu selama 5, 10, atau kah 15 tahun kemudian apa yang akan saya cita-citakan terujud, saya tidak berani memprediksi , katakanlah saya menjadi tukang las profesional pada saat usia saya sudah 45-atau 50 tahun, maka berapa lama lagi saya menikmati di posisi itu? Dan bukankah di posisi itu diinginkan banyak orang, jenior-jenior saya juga akan menjadi tukang proseional sudah di pastikan akan berlomba-lomba di posisi itu.

Lihat Juga:
Kemungkinan kedua, saya tidak menjadi tukang profesional yang saya inginkan, hanya mentok jadi kenek las saja, wah betapa ngrinya apalagi sampai tersandung masalah pekerjaan dengan bos yang tidak sengaja sehingga sampai tua hanya di jadikan sebagai kenek las saja.

Alangkah sedihnya pas sudah umur setua itu saya harus memulai hal-hal baru untuk berbisnis, yang semuanya serba di atur sendiri yang biasanya kita hanya tinggal kerja saja. wah sudah tidak dapat di banyangkan sama sekali.

Penutup

Nah berangkat dari dua kemungkinan itu, saya kemudian memutuskan untuk memulai mencari sumber penghasilan dan tepatnya tahun 2009 saya sudah mulai berani belajar buka usaha sendiri yang semua dimulai dari nol. Namun waktu itu tetap saja ada suatu ketakutan dalam diri sendiri, namun saya tetap bertekat seandai saya gagal saya masih punya banyak kesempatan. Bila sukses, saya bisa mengambil keputusan dan banyak kesempatan untuk berbagi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel